Salah satu metode pengajaran terhadap anak usia dini adalah metode Montessori. Metode Montessori ini bukan lagi suatu pilihan metode yang bisa dipilih atau tidak, sebagai metode pengantar prinsip anak metode ini adalah metode yang wajib dijalankan orang tua.

Dengan metode Montessori ini anak bisa melatih dan mengembangkan kesenjangannya terhadap pendidikan. Pelatihan dengan metode ini yang dimulai sejak anak menjalani prasekolah, dipercaya anak bisa lebih matang dalam menerima pendidikan selanjutnya.

anak bermain block

Tentu saja ada tujuan dari salah satu metode pendidikan ini, salah satunya adalah membantu orang tua untuk bisa menerapkan pendidikan yang lebih efektif kepada anak, mengajarkan kepada anak bagaimana bisa terampil dalam pengawasan yang minim namun dengan membebaskan apa saja, dan masih banyak lagi tujuan dari metode montessori ini.

Strategi Untuk Pendidikan Anak dengan Metode Montessori

Karena sudah bukan bersifat opsional melainkan wajib, ketahui strategi apa saja yang bisa dilakukan orang tua untuk metode pendidikan ini. Ada sebanyak tujuh strategi yang paling mudah dan tetap efektif yang bisa dipilih.

1. Demonstrasi Untuk Melatih Ingatan dan Pola Pikir Anak

Demonstrasi yang bisa dilakukan ini berupa boks yang diisi dengan baran-barang. Barang-barang yang diisikan di dalamnya bisa berbagai macam dan bisa juga disesuaikan dengan kondisi anak.

Boks dibuat dengan lubang yang cukup dimasukkan tangan anak. Anak akan disuruh menutup matanya dan memasukkan tangan ke dalam boks ini. Kemudian, anak disuruh menyebutkan benda apa yang ada di dalam boks tersebut. 

Orang tua bisa memasukkan benda-benda berawalan huruf C jika anak sedang belajar dan menulis huruf tersebut. Bisa juga diisi dengan alat tulis jika anak sedang proses belajar menulis atau menggambar. Strategi ini bisa digunakan untuk anak berusia tiga sampai lima tahun.

2. Mengenalkan Suara Dari Berbagai Sumber

Orang tua bisa menyiapkan audio dari benda sehari-hari. Setelah disiapkan, orang tua bisa memperdengarkannya pada anak satu per satu dan menyebutkan suara apakah itu. Setelah semua suara diputar dan anak sudah diberitahu suara apa sajakah itu, ingatan anak bisa diuji dengan memutar kembali audio dan menanyakan suara apakah itu.

3. Memberi Kesempatan Anak Mengingat Prinsip Kerja Benda

Strategi ini mengharuskan orang tua menyiapkan berbagai benda sehari-hari yang ada prinsip kerjanya. Misalnya saja seperti gunting, penghapus, tempat minum, sendok, staples, dan lain-lain. Pertama anak disuruh menyaksikan orang tua menggunakan benda-benda tersebut, kemudian anak diberi kesempatan untuk mempraktekkannya. 

Tak hanya itu saja, orang tua  harus sebisa mungkin tidak membantu anak ketika anak bingung atau lupa caranya. Hal ini supaya anak terlatih bisa menyelesaikan apa yang menjadi tugasnya dan mengasah kemampuan mengingatnya.

4. Melatih Indera Penciuman Anak dengan Benda Sehari-hari

Bisa digunakan berbagai jenis bunga dan buah untuk diciumkan pada anak aromanya. Mata anak harus ditutup kali ini supaya anak hanya bisa memprediksi aroma atau baunya hanya dengan indera penciuman saja.

Pertama anak akan diciumkan dengan mata terbuka dan diberi tahu nama bunga atau nama buah tersebut. Baru kemudian mata anak ditutup dan kembali diciumkan aroma bunga atau buah yang ada.

5. Melatih Indera Pendengaran dengan Boks dan Benda yang Bisa Mengeluarkan Bunyi

Disiapkan beberapa boks dengan isi yang berbeda, orang tua bisa menggunakan beras, koin, kerikil, dan lain sebagainya. Anak disuruh mengelompokkan boks-boks yang mengeluarkan bunyi yang sama apabila boks dikocok. Ini akan membantu anak dalam mendefinisikan jenis suara berdasarkan tangga nadanya. Secara tidak langsung juga anak akan dilatih menyusun suara-suara dengan nada tangga yang rendah ke tinggi.

6. Melatih Indera Perasa atau Peraba

Anak akan dikenalkan dengan benda yang kasar dan benda yang halus. Awalnya orang tua akan mengajarkan kepada anak seperti apa benda yang permukaannya halus dengan memberikan contoh nyata, begitu juga dengan benda yang kasar.

Setelah diajarkan, anak diberi benda-benda yang sifat permukaannya berbeda. Ada yang kasar ada pula yang halus. Kemudian anak disuruh mengklasifikasikan benda mana yang halus dan benda mana saja yang kasar.

7. Penilaian yang Diterapkan

Tak hanya strategi untuk melatih masing-masing indera saja. Anak juga akan diberi penilaian yang mana disesuaikan dengan tujuan dan prinsip metode montessori ini. Anak akan diberi nilai berupa huruf, yakni A, B, C, atau huruf lainnya. Penilaian bukan berupa angka dan tidak boleh dirangking. Tidak berlaku juga pengajaran dengan sistem hukuman dan imbalan pada metode montessori ini.

Dari pelatihan masing-masing indera tubuh anak hingga cara penilaiannya, orang tua harus mencermati poin-poin di atas supaya bisa segera mengaplikasikannya kepada anak. Metode montessori ini memang benar adanya hadir sebagai pengajaran anak usia dini untuk mematangkan pendidikannya. Ini telah terbukti dari cara melatih di atas dan bagaimana seharusnya penilaian diberikan.