637 shares

Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya, pepatah ini mengajarkan kepada orang tua dan calon orang tua bahwa ia adalah cerminan buah hatinya. Bukan hanya tampilan fisik orang tuanya saja yang akan diturunkan, tetapi karakter, kebiasaan bahkan penyakit orang tua pun akan menurun pada anak.

Oleh karena itu, orang tua harus sangat berhati-hati dalam bersikap, terutama jika di depan anak kecil. Karena anak kecil akan cenderung meniru orang terdekatnya tanpa menyaringnya terlebih dahulu, karena memang mereka belum mengerti.

ayah bermain bersama anak

Maka tidak heran jika anak seorang politikus, akan menjadi politikus juga. Begitu pun anak seniman, atlet, penulis, ulama bahkan anak pencuri kemungkinan akan jadi pencuri juga. Orang tua harus pandai-pandai mengendalikan dirinya. Sebelum bisa mengendalikan diri, seseorang tentunya harus mengenal dirinya, memahami sifat dan karakternya, pun mengenali kebiasaan baik dan kebiasaan buruknya.

Selain itu, kebiasaan orang tua dalam mendidik anak setiap harinya juga akan membentuk anak tersebut kedepannya. Orang tua harus selalu bersikap seimbang dalam mendidik anak. Segala hal yang diperbolehkan atau yang dilarang harus imbang.

Terlalu membebaskan anak melakukan kemauannya akan berbahaya karena anak bisa terjerumus dalam hal-hal negatif. Namun terlalu melarang anak melakukan kemauannya juga tidak kalah bahaya, karena anak akan menjadi seseorang yang kurang percaya diri, pemalas dan tidak mampu menghadapi persoalan berat.

Setiap anak memiliki sifat yang berbeda-beda, jadi perlakuan pada mereka tidak bisa disamakan. Banyak sekali faktor yang mempengaruhi sifat anak. Memang keturunan merupakan faktor terbesar, namun perlu diingat kembali bahwa seorang anak adalah keturunan dari ayah dan ibu, yang pada dasarnya pasti memiliki perbedaan. Jadi jika anak memiliki sifat yang berbeda dengan ibu atau ayah, itu merupakan hal yang wajar, karena anak adalah gabungan keduanya.

Orang tua adalah orang yang paling mencintai anak-anaknya. Sehingga kadang dengan alasan keamanan, orang tua melarang anak untuk melakukan keinginannya tanpa penjelasan. Setiap yang hendak dilakukan anak dilarang.

Misalnya ada orang tua yang melarang anaknya bermain dengan teman sebayanya, karena alasan perbedaan status sosial. Namun sayangnya larangan tersebut tidak diimbangi dengan kemampuan parenting yang memadai. Akhirnya saat dewasa anak jadi kurang percaya diri berhadapan dengan lingkungannya.

Ada juga orang tua yang berekspektasi berlebihan pada anaknya. Ia ingin anaknya lebih unggul dibanding teman-temannya, sehingga anak tersebut disekolahkan di sekolah berstandard tinggi tanpa mempedulikan kemampuan dan perasaan anak. Akhirnya anak menjadi tertekan, sakit-sakitan dan tidak dapat melanjutkan studinya.

Harapan orang tua pun buyar seketika. Anak yang ia harapkan berpendidikan lebih tinggi daripada lainnya, malah berpendidikan lebih rendah. Ada orang tua yang terlalu melarang anak, namun ada pula yang terlalu menuruti. Setiap kemauan anak dituruti tanpa kompromi, akhirnya anak menjadi seseorang yang egois dan mudah iri terhadap milik orang lain.

Jika melihat akibatnya, kita bisa simpulkan sendiri tepat atau tidaknya metode pengasuhan seperti itu. Jika tidak, tentu semua orang akan mencoba memperbaikinya. Sebenarnya metode-metode pengasuhan anak sudah banyak sekali dijelaskan dalam buku-buku atau informasi di internet.

Penting sekali bagi para orang tua untuk melek informasi, terbuka menerima ilmu baru dan menyadari kekurangan diri demi kebaikan semua. Anak adalah penerus orang tua, mereka adalah bibit-bibit pembangun bangsa, calon orang-orang yang akan mengangkat derajat orang tua.

Maka dari itu penting sekali bagi orang tua untuk mendidik anaknya sebaik-baiknya. Karena saat dewasa, anak akan menjadi teman orang tua. Mereka akan menjadi partner terbaik untuk bekerja sama.

Alangkah senangnya jika orang tua dan anak selalu rukun, kompak dalam menjalani hari-hari dan dapat bekerjasama dalam banyak hal. Semua yang dari hati akan sampai ke hati kata orang bijak.

Maka, jika orang tua adalah sosok pembelajar, anaknya akan menjadi seorang pembelajar. Jika orang tua adalah seseorang yang berbudi, anak pun akan begitu. Buah yang jatuh dari pohon berkualitas, akan tetap menjadi buah berkualitas.


Bagikan ke Teman Anda!

637 shares

Bagaimana Tanggapan Anda?

Suka Suka
0
Suka
Jelek Jelek
0
Jelek

Komentar

komentar